Karhutla Seruyan Capai 696,85 Hektare, Tertinggi Ketiga dalam Data SipongiHut

Dok : Istimewa

kaltengpedia.com – Kuala Pembuang – Kabupaten Seruyan mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebesar 696,85 hektare berdasarkan data SipongiHut yang mencatat kondisi tujuh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.

Luasan tersebut menempatkan Seruyan sebagai wilayah dengan area terbakar terbesar ketiga dalam daftar tersebut. Posisi pertama ditempati Sukamara dengan 3.562,16 hektare, kemudian Kotawaringin Timur dengan 851,39 hektare.

Setelah Seruyan, luasan karhutla tercatat di Lamandau sebesar 201,01 hektare, Pulang Pisau 123,80 hektare dan Palangka Raya 117,03 hektare. Sementara Murung Raya tercatat 0 hektare.

Bacaan Lainnya

Jika seluruh angka dalam data tersebut dijumlahkan, luas area terbakar mencapai 5.552,24 hektare. Seruyan menyumbang 696,85 hektare dari total tersebut.

Angka ini menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian di Seruyan. Luasan kebakaran yang mencapai ratusan hektare menjadi gambaran penting bagi upaya pencegahan dan pengendalian, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Kementerian Kehutanan dalam pemantauan terbaru juga masih menempatkan Kalimantan Tengah sebagai salah satu wilayah prioritas pengendalian karhutla. Data SiPongi digunakan untuk memantau titik panas dan perkembangan kebakaran berdasarkan data satelit.

Pemerintah Provinsi Kalteng sendiri terus memperkuat operasi penanganan karhutla melalui pemadaman darat dan udara, pembasahan lahan gambut serta koordinasi lintas instansi. Seruyan termasuk salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam operasi pengendalian karhutla.

Besarnya luasan yang tercatat di Seruyan menjadi pengingat bahwa pengendalian karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemadaman setelah api muncul. Pencegahan, patroli kawasan rawan serta respons cepat terhadap titik api menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

Pos terkait