Kaltengpedia – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melakukan penyesuaian sejumlah program pembangunan menyusul menurunnya kapasitas fiskal daerah pada tahun anggaran 2026. Penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi sekitar Rp5,4 triliun membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai rencana kegiatan yang sebelumnya telah disusun. Langkah penyesuaian dilakukan agar anggaran yang tersedia dapat difokuskan pada program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Berdasarkan data pemerintah daerah, APBD Kalimantan Tengah tahun 2026 mengalami penurunan sekitar 34,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 nilai APBD berada di kisaran Rp8,3 triliun, maka pada 2026 turun menjadi sekitar Rp5,4 triliun. Kondisi ini mempersempit ruang fiskal daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan program-program yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat, pembangunan infrastruktur strategis, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi tetap menjadi perhatian utama. Efisiensi anggaran dilakukan dengan meninjau kembali kegiatan yang dinilai belum mendesak atau dapat ditunda pelaksanaannya.
Penyesuaian tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah tantangan ekonomi dan perubahan kebijakan fiskal nasional. Pemerintah berharap pengelolaan anggaran yang lebih terukur dapat menjaga keberlanjutan pembangunan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pemprov Kalteng menekankan bahwa fokus pembangunan pada 2026 akan diarahkan pada program yang memiliki manfaat nyata, memperkuat kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Dengan keterbatasan anggaran yang ada, pemerintah berupaya memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat Kalimantan Tengah.






















