Kabut Asap Lumpuhkan Bandara Muara Teweh, Penerbangan Batal Delapan Hari Berturut-turut

Dok : Antara Kalteng News

kaltengpedia.com – Muara Teweh – Penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, telah dibatalkan selama delapan hari berturut-turut akibat kabut asap yang mengganggu jarak pandang.

Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh Muhammad Amrillah K mengatakan, pembatalan kembali terjadi pada Rabu. Kondisi kabut asap yang masih tebal membuat jarak pandang belum memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

“Hari ini, hari kedelapan penerbangan batal terbang ke Muara Teweh, akibat kabut asap kembali tebal,” katanya.

Bacaan Lainnya

Maskapai yang terdampak pembatalan antara lain Wings Air untuk rute Banjarmasin–Muara Teweh pulang pergi. Selain itu, penerbangan Susi Air pada rute Muara Teweh–Palangka Raya dan sebaliknya juga terganggu.

Menurut Amrillah, Bandara Haji Muhammad Sidik merupakan bandar udara yang mengandalkan penerbangan visual. Karena itu, penerbangan membutuhkan jarak pandang sekitar 5.000 meter atau lebih. Namun, jarak pandang pada pagi hingga siang hari hanya mencapai sekitar 1.000 meter.

Pihak bandara masih menunggu informasi dari maskapai terkait kepastian penerbangan pada hari berikutnya. Keputusan operasional biasanya disampaikan maskapai pada malam hari setelah mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan juga masih menyelimuti wilayah Barito Utara, termasuk kawasan sekitar bandara. Bahkan, kebakaran lahan dilaporkan sempat terjadi di sisi luar bandara dua hari sebelumnya dan kembali muncul di sekitar jalan masuk bandara pada malam hari, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

Gangguan penerbangan tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan transportasi darat. Jasa mobil carteran dan travel menuju Banjarmasin, dengan waktu tempuh sekitar sembilan hingga 10 jam, kini semakin banyak digunakan warga.

Biaya perjalanan menggunakan mobil carteran ke Banjarmasin berkisar Rp1,4 juta hingga Rp1,5 juta, sedangkan tarif travel berada di kisaran Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per penumpang.

Pos terkait