kaltengpedia.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah hingga Juni 2026 tercatat mencapai 7.634,46 hektare. Angka tersebut meningkat dibandingkan total luasan karhutla sepanjang 2025 yang tercatat 4.803,99 hektare.
Berdasarkan data SiPongi+ Kementerian Kehutanan, peningkatan luasan karhutla terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Kalteng.
Kabupaten Sukamara menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar hingga Juni 2026, yakni mencapai 3.562,16 hektare. Angka ini melonjak tajam dibandingkan 2025 yang tercatat hanya 89,05 hektare.
Selanjutnya Kotawaringin Timur mencapai 851,39 hektare, naik dari 685,93 hektare pada 2025. Barito Selatan tercatat 846,08 hektare, meningkat dari 390,34 hektare.
Sementara itu, Seruyan mencapai 696,85 hektare dari sebelumnya 207,92 hektare, sedangkan Katingan tercatat 507,17 hektare, dibandingkan 1.210,96 hektare pada 2025.
Beberapa wilayah justru mengalami penurunan. Murung Raya, misalnya, turun dari 293,07 hektare pada 2025 menjadi 0 hektare hingga Juni 2026.
Di Palangka Raya, luasan karhutla juga meningkat dari 7,98 hektare pada 2025 menjadi 117,03 hektare hingga Juni 2026.
Data SiPongi+ tersebut merupakan hasil analisis citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS yang di-overlay dengan data sebaran hotspot, serta laporan ground check dan pemadaman.
Dengan capaian 7.634,46 hektare hanya sampai Juni, perkembangan karhutla Kalteng pada sisa 2026 masih menjadi perhatian, terutama di wilayah yang mengalami lonjakan signifikan.
Sumber: SiPongi+ Kementerian Kehutanan, data input sampai Juni 2026.





















