Palangka Raya Diselimuti Asap, PM2.5 Tembus 494,9 µg/m³

Dok : Istimewa

kaltengpedia.com – Palangka Raya – Kualitas udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), kembali memburuk. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kualitas udara di ibu kota provinsi tersebut masuk kategori berbahaya atau ditandai warna hitam.

Berdasarkan data BMKG yang dipantau pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Palangka Raya mencapai 494,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut jauh melampaui ambang kategori berbahaya yang berada di atas 250,5 µg/m³. Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikulat berukuran sangat kecil tersebut dapat berasal dari berbagai sumber polusi, termasuk asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bacaan Lainnya

Kondisi kualitas udara tersebut terjadi ketika penanganan karhutla di Kalteng masih berlangsung. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah titik panas di Kalteng mengalami peningkatan signifikan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan jumlah hotspot di Kalteng bertambah 1.837 titik sehingga total mencapai 3.947 titik.

Memburuknya kualitas udara juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan di Palangka Raya. Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP mulai 28 hingga 31 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut menjadi langkah antisipasi terhadap kondisi udara yang dinilai tidak mendukung aktivitas pembelajaran tatap muka. Pelaksanaan pembelajaran untuk hari berikutnya akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara.

Kondisi ini menunjukkan dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan lahan yang terbakar, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Dengan konsentrasi PM2.5 yang mencapai 494,9 µg/m³, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan sembari pemerintah dan seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan karhutla serta pengendalian sumber asap.

Pos terkait