Kapuas Jadi Mesin Pangan Kalteng, Agustiar Sabran Dorong Produksi Beras Tembus Pasar Nasional

Dok. ISTIMEWA

Kaltengpedia.com – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan posisi Kabupaten Kapuas sebagai salah satu kekuatan utama dalam menopang ambisi swasembada pangan nasional.

Penegasan itu disampaikan saat menghadiri panen raya padi di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, dengan total luas panen mencapai 25.817 hektare yang tersebar di empat kecamatan.

Agustiar menyebut sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan Kalteng. Menurutnya, kekuatan pertanian daerah tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kalimantan Tengah, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap agenda ketahanan pangan nasional.

“Perhatian itu karena sektor pertanian salah satu prioritas pembangunan daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” kata Agustiar.

Ia menilai capaian pertanian Kapuas patut diapresiasi karena sejumlah kawasan mampu melakukan panen lebih dari satu kali dalam setahun. Kondisi tersebut menunjukkan adanya potensi besar yang masih dapat dikembangkan untuk meningkatkan produksi pangan.

“Saya rasa panen ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan Kalteng. Jadi, kita patut bangga dan bahagia atas capaian dan kemajuan Kabupaten Kapuas,” ujarnya.

Panen raya tersebut mencakup wilayah Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur. Keempat kawasan itu memiliki karakteristik pertanian yang berbeda, mulai dari pengembangan padi lokal hingga varietas unggul.

Di Bataguh dan Tamban Catur, petani telah mengembangkan varietas padi unggul yang mampu dipanen hingga lima kali dalam kurun waktu dua tahun.

Dengan luas panen mencapai lebih dari 25 ribu hektare dan produktivitas rata-rata sekitar lima ton gabah per hektare, Kapuas memiliki kapasitas produksi yang besar untuk memperkuat pasokan beras di Kalteng.

Namun, peningkatan produksi juga membutuhkan dukungan pada sektor hilir. Pemerintah Kabupaten Kapuas mendorong penguatan sarana pascapanen, termasuk pengadaan mesin panen dan pembangunan Rice Milling Unit (RMU).

Penguatan fasilitas pengolahan hasil pertanian dinilai penting agar hasil panen tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi mampu memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Pemerintah juga terus memperkuat sektor pertanian melalui dukungan alat dan mesin pertanian. Pada 2026, Kabupaten Kapuas menerima bantuan berupa 57 unit rotavator, 488 unit hand tractor, 95 unit pompa air, serta 213 unit hand sprayer.

Selain itu, program cetak sawah turut diarahkan ke empat kecamatan yang memiliki total lahan baku sawah sekitar 45 ribu hektare.

Agustiar menegaskan, pengembangan pertanian Kalteng harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur pendukung. Salah satunya melalui pembangunan dermaga Waterfront City Kuala Kapuas yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan distribusi hasil pertanian.

Dengan kombinasi perluasan lahan, peningkatan produktivitas, dukungan alat pertanian, serta penguatan jalur distribusi, Kapuas diproyeksikan semakin kokoh sebagai salah satu sentra pangan strategis Kalimantan Tengah.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Kalteng dalam mendukung target besar swasembada pangan nasional dan visi Indonesia Emas 2045.

Pos terkait